Berbicara mengenai energi tidak terlepas dari isu-isu dunia yang sedang hangat dalam tahun-tahun belakang ini. Krisis energi adalah pencetusnya dimana manusia mulai sadar jika kita tidak berhemat dengan sumber-sumber energi (minyak bumi) yang ada atau jika kita tidak segera mencari sumber energi baru yang terbarukan maka dunia akan kembali ke jaman kegelapan.
Hal lain yang tidak kalah menariknya dari isu krisis energi adalah terjadinya pemanasan global. Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pemanasan global terjadi karena efek rumah kaca. Pemborosan energi pada tahun-tahun yang lampau menyebabkan terkonsentrasinya sisa pembakaran energi yang membetuk semacam selubung dilapisan udara. Lapisan ini menyebabkan cahaya matahari yang masuk ke dalam bumi tidak dapat dipantulkan semua ke angkasa, sebagaian besar masuk kembali kedalam bumi dan berlangsung terus menerus. Dampak dari pemanasan global ini adalah perubahan cuaca yang yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, mencairnya gunung-gunung es di kutub-kutub bumi, angin dan hujan badai di hampir semua penjuru dunia, dan juga banjir yang terjadi dimana-mana.
Energi listrik berasal dari sebuah pembangkit yang dinamakan pembangkit listrik. Ada banyak sumber pembangkit listrik. Sumber pembangkit listrik tersebut ada yang bisa diperbaruhi dan ada yang tidak. Sumber-sumber yang dapat diperbaruhi antara lain pemanfaatan angin, panas matahari, gelombang laut dan biogas atau biofuel. Memang untuk memenuhi kebutuhan listrik dan energi dalam skala yang lebih besar, sumber-sumber ini masih belum memenuhinya. Sedangkan sumber yang tidak dapat diperbaruhi seperti minyak bumi dan batu bara sudah terbukti dapat melayani kebutuhan listrik dalam skala yang besar, tetapi cadangan sumbernya semakin lama semakin menipis. Masih dibutuhkan riset dan biaya yang besar untuk dapat mengaplikasikan sumber energi baru yang terbarukan tersebut dalam skala yang lebih besar. Dalam skala kecil pemanfaatan sumber energi yang terbarukan ini (microhidro) sudah diaplikasikan oleh masyarakat secara swadaya, selain oleh pemerintah melalui proyek-proyek penelitian tentunya.
Rumah tangga merupakan salah satu pengkonsumsi energi. Listrik adalah konsumsi energi terbesar dalam rumah tangga selain minyak tanah dan gas LPG (Liquefied Petrolium Gas). Penggunaan alat-alat rumah tangga yang dapat dikatakan sebagai kemajuan teknologi semuanya dijalankan oleh listrik memang membantu pekerjaan manusia dan membuat kenyamanan. Sebut saja lampu untuk penerangan, televisi, kipas angin, mesin cuci, penanak nasi, lemari pendingin, pendingin ruangan dan masih banyak lainnya. Manusia bisa dikatakan sudah tergantung dengan listrik karena hampir sepanjang hari menggunakannya untuk membantu pekerjaan dan membuatnya nyaman. Mempermudah pekerjaan dan membuat diri kita nyaman bukan berarti buruk, karena kemajuan teknologi memang seharusnya terjadi untuk memperingan kerja manusia dan membuat kenyamanan.
Rumah dan keluarga merupakan langkah awal untuk kita bertindak secara lokal. Penghematan energi dapat dimulai dari perencanaan pembangunan rumah sebagai tempat tinggal. Disain rumah, pengorganisasian ruang yang disesuaikan dengan pemilik, lokasi dan lingkungan sekitar, pemanfaatan komponen-komponen rumah hingga pemakaian bahan bangunan merupakan bagian dari keseluruhan perencanaan yang berorientasi kepada rumah hemat energi. Tidak hanya pembangunan dari awal saja kita dapat berhemat energi tetapi kita juga bisa melakukan penghematan energi dari rumah yang sudah ada, tempat kita tinggal sekarang. Pendidikan mengenai lingkungan merupakan dasar dari kita bertindak selain juga mendisiplinkan diri terhadap kegiatan-kegiatan yang menuju penghematan energi. Mematikan alat-alat listrik rumah tangga yang tidak diperlukan. Misalnya selalu mematikan lampu, kipas angin, atau televisi jika memang tidak digunakan. Mengganti lampu-lampu dengan yang hemat energi, membuat persediaan air panas dalam botol tahan panas (termos) sehingga tidak perlu setiap waktu memasak air, dan masih banyak contoh kegiatan penghematan energi sehari-hari lainnya.
Akhir kata dapat saya sampaikan, penghematan energi termasuk listrik bisa dimulai dari diri kita di rumah kita sendiri. Jika kita mulai sejak dini mendisiplinkan diri sendiri untuk selalu berhemat energi dan selalu berpikir jauh kedepan maka saya percaya bumi kita ini akan hidup lebih lama lagi, kerusakan dapat diperkecil bahkan diperbaiki. Karena itu marilah kita selalu berprinsip “Think Globally Do Locally”


