Feeds:
Posts
Comments

Ini tulisan lanjutan kemaren, sekarang gak bahas energi walaupun masih seputar SPBU. Hari ini gw mendatangi SPBU 34.125.10 tujuannya untuk bertemu wakil dari manajemen SPBU. Jam 10 kurang gw sudah parkir di depan kantor pengelola. Agak lama berselang setelah gw parkir (karna gw lagi online ama boss BMG di bogor), kemudian turun dan diterimalah gw di depan pintu oleh sang komandan yang kemaren menangani gw, kemudian setelah dia menelpon si manager SPBU, gw dipersilahkan masuk dan menunggu di ruang rapat. bla…bla…bla basa basi sama sang komandan…dia bilang si oknum akhirnya di keluarkan alias dipecat! Ya sudah mau apalagi itu otoritas mereka…mudah-mudahan si oknum bisa segera bekerja lagi dan mendapatkan tempat yang lebih baik. Amin.

Gak lama menunggu sang manager tiba, namanya Husni. Masih muda lah kira-kira kalo di lihat casing-nya gw tebak sih sekitar 40 something deh, kalo dia gak boros wajah tentunya. Hari ini gak ada dokumentasi, secara hati gw lebih tentram jadi gw pikir gak perlu lah ada bukti-bukti segala.

Bla…bla…bla gw ceritakan sedikit mengenai kejadian kemarin, dan dia menyatakan prihatin serta meminta maaf. Dia sudah ditelepon malam itu juga oleh sang komandan sekitar pukul delapan dan langsung menginstruksikan untuk membebastugaskan si oknum. Pernyataan ini di dukung oleh sang komandan, yang ternyata mendapatkan pernyataan yang kurang lebih sama dari Head Office mereka. Dalam situasi pembicaraan ini ada yang gw kurang suka dan sebal. Gw menginginkan bisa dialog dengan sang manager tetapi selalu dipotong oleh sang komandan. Gw pikir sepertinya ada semacam ‘cari muka’ sang komandan kepada sang manajer, ya supaya sang komandan tidak memutuskan kontrak dengan Security Company tempat sang komandan bekerja. Atau emang dalam frame mereka, pihak SPBU melimpahkan sepenuhnya kesalahan kepada Security Company (Bravo Security Indonesia) sehingga sudah menjadi kewajiban Bravo Security Indonesia untuk membela kepentingan pengelola SPBU. Who knows lah…

Ada satu kesempatan begini, sang komandan mengatakan bahwa si oknum sudah sering melakukan kesalahan hingga dia sudah mendapatkan SP2 (ini suplemennya windows XP kah?). Nah ini dia, langsung aja gw bilang “lha kok masih dipakai? Gimana ini Pak Husni? Ini company sudah melakukan kesalahan lho?” Ya sudah dapat diduga sang manajer hanya terdiam saja, dan sang komandan tetap saja mengoceh…bla…bla…bla.

Pak Husni sang manajer sedari masuk hingga saya bersalam dan pamit, banyak diam dan seakan berhati-hati sekali. Sewaktu gw tanya…”So…apa yang saya dapatkan selain permintaan maaf?” Lagi-lagi sang komandan yang berbicara layaknya sang jubir. Pak Husni terlihat berpikir keras dan sangat hati-hati. Mungkin dia takut salah ucap dan akhirnya gw menuntut…

Dalam hati gw menimbang-nimbang dan berpikir, seharusnya gw mendapatkan konpensasi yang layak atas musibah ini terutama dari sisi material. Apakah perlu gw tuntut sekian rupiah? 1 juta kah? 10 juta kah? atau 100 juta? Atau isi bensin gratis selama beberapa waktu? Kalo saja kejadian ini ada di Amerika, wah gw jamin dah dituntut tuh SPBU dan Security Service! Mungkin juga dibawa ke meja hijau segala. Akhirnya tuntut menuntut yang ada dikepala gw pending dulu, karena suasananya ya cukup kondusif sih. Pending bukan berarti gak dinyatakan lho…Hanya masih tetap sebal aja dengan diamnya sang manajer dan bawelnya sang komandan. Kondisi ini sebetulnya yang bikin itung-itungan tuntut menuntut gw naik kepermukaan…liat nanti deh ancam gw dalam hati ;)

Seperti yang sempat gw utarakan pada awal pembicaraan, gw sih gak terlalu berambisi untuk mengambil keuntungan materi pada situasi ini, gw hanya mau pernyataan maaf tertulis dari pihak SPBU yang ditanda tangani oleh wakil direksi bukan dari strata manajemen…dan ini disanggupi oleh sang manajer. Surat permintaan maaf dari pihak security dalam hal ini Bravo Security Indonesia juga sudah dipersiapkan menurut sang komandan. Ya…apa gunanya yah? Gw sih gak butuh…tapi mungkin ada baiknya juga sih untuk ditelaah mengenai keberadaan Security Service ini melalui surat resmi permintaan maafnya. Sedianya surat ini sudah selesai, mereka akan menghubungi gw. Dan ternyata gw masih dijanjikan untuk dapat isi fuel tank gratis dari si oknum walau dia sudah dipecat…katanya gajinya akan dipotong untuk BBM gw. Walah….gak taulah liat nanti aja deh gimana kejadiannya.

Pertanyaan gw: Security Service, Service Over? gak taulah…mungkin ada yang mau berbagi?

Tulisan ini memang masih “gak jauh” dari energi…yaitu mengenai sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, jualan minyak sih, tapi ini bukan masalah SPBU-nya melainkan masalah komplain atas kejadian di sebuah SPBU. Kecelakaan saat bertugas yang membuat orang lain dirugikan.

Isle TKP

Isle TKP

Hari ini (19 Agustus 2008) tepatnya tadi sore sekitar pukul 19.00, gw mengisi BBM (premium) buat mobil gw di SPBU 34.125.10, SPBU ini bersebelahan dengan Kantor Departemen Pertanian (DepTan) di jalan outer ring road selatan (Jl. TB. Simatupang, dekat persimpangan Kebun Binatang Ragunan, Jakarta). Kata sumber yang terpercaya, ini SPBU milik seorang pengusaha keturunan Arab di Semarang. Tepat di depan gw sebuah pick up entahlah mungkin merek Suzuki warna hitam (atau biru tua?), pada ruas (isle) dimana gw masuk memiliki 2 dispenser karena itu gw tidak antri mobil pick up tadi. Setelah gw matikan mesin dan matikan lampu, gw turun dan membuka tutup tanki BBM. Gw melihat petugas SPBU sedang melayani kendaraan disisi lainnya…ya sudah sambil bersandar di mobil (ini kebiasaan gw) gw menunggu petugas. Tiba-tiba gw di datangi oleh petugas keamanan (security) yang belakang gw tau bernama Sugiarto dari Bravo Security Indonesia (BSI), menawarkan untuk mengisikan.

Dia tanya “mau diisi berapa pak?

Gw jawab “100 ribu“, sambil mengambil dompet dari saku celana, gw perhatiin dia mengetikan angka yang benar, kemudian gw mengalihkan pandangan kelain tempat.

Tiba-tiba….’srooot’ muka dan badan gw ‘tertembak’ premium dari nozzle yang dipegang oleh petugas security tadi. “Waoow ….” teriak gw. Waduh gimana ceritanya nih kok bisa kesemprot begini? Gw hanya bisa diam…dan petugas keamanan (yang sebenarnya tidak pada tugasnya) meminta maaf…terus menerus meminta maaf. Gila banget yah situasi ini…untung dah malam dan gw gak lagi mau bepergian. Coba kalo gw mau kondangan…?!?

Lanjut…Gw bilang, gw mau ketemu sama manager SPBUnya. Dia jawab sudah pada pulang pak, sudah tidak ada orang di kantor. Gw tanya, nomor teleponnya berapa? Dia jawab tidak tahu. Padahal nomor telpon pengaduan ada pada setiap dispenser (menurut kepala keamanannya). Sang keamanan menawarkan gw untuk mampir ke tempat tinggalnya (mungkin mess kali ya) yang menurutnya gak jauh dari lokasi ini. Ini menurut gw gak bener (kurang ajar sih lebih tepatnya), emang mungkin maksudnya baik tapi…kenapa gak dia bilang sama sang komandannya? Kan berarti sang keamanan ini gak bertanggung jawab!

Gw pindahin mobil, gw parkir di tempat parkir yang emang disediakan. Gw coba kontak teman gw AO mau minta advise sebaiknya gw ngapain gitu. Dia gak bisa gw kontak bo! Ya secara nanti kalo gw tuntut gak taunya kolega si teman kan lebih enak kalo diselesaikan baek-baek toh. Ya sudah akhirnya yg bisa gw kontak WK, dia kasih advise spy ada pernyataan tertulis permintaan maaf. Ya sud, setelah gw menyiram muka dan badan dengan air (gw selalau bawa air di mobil) gw pindahin mobil ke kantor pengelolanya. Badan terasa perih bo! Loe cobain deh…

Lokasi: Kantor Pengelola.

Kepala Security

Kepala Security

Setelah gw parkir, matiin mesin dan lampu dan gw turun. Disitu ada beberpa orang dan ada meja (meja secutiy) didepan pintu kantor. Gw tanya: gw mau ketemu sama manager-nya? Salah satu dari mereka bilang: “maaf pak, sudah pada pulang. Ada yang bisa dibantu? Saya kepala keamanan disini”. Ya secara otomatis gw menjelaskan apa yang gw alami barusan. Kemudian dia mengambil buku di meja itu dan mempersilahkan saya masuk ke kantor, masuk ke ruang meeting. Dia memperkenalkan diri, nama saya Warih, pak. Sambil menunjukan ‘papan namanya’ yang ada di baju.

Bla…bla…bla terjadi percakapanlah. Dia mengeluaran secarik kertas (Surat Pernyataan) dengan kop surat Bravo Security. Kemudian dia mulai menuliskan…dia meminta KTP gw. Bla…bla…bla sambil mengulang cerita dia menuliskan. Bla…bla…bla terjadi percakapan lagi. Terus dia tanya: “apa tuntutan bapak?” Ya gw bilang:” Gw sih gak mau menuntut materi, gw mau pihak Manajemen SPBU membuat surat resmi permintaan maaf” Gampang toh…ya menurut gw sih gw baeeek banget cuma minta itu doang. Dulu waktu gw kuliah di Cawang, temen gw pernah kejadian sama persis malam juga, nah tuh SPBU di daerah tebet di kroyok, petugasnya digebukin lantas manajemennya dituntut Rp. 1 juta! Gila kan?

Lha gw cuma minta gitu doang…tau gak apa jawaban sang Kepala Keamanan. “Pak…mohon maaf kalo permintaan itu saya gak bisa, karena sebagai manusia saya memohon bapak untuk gak minta itu, kalo bapak minta itu, otomatis si oknum akan dipecat! Dia masih punya anak kecil usianya sekitar 2 tahunan. Saya Mohon pak untuk tidak menuntut hal itu.” sambil mengiba. Walah….situasi yang kejam buat gw! Gw jawab:” pak gw nih gak nuntut apa-apa? Ya udah gw minta diisiin full tank gratis!” “Boleh pak, tapi saya minta setelah dia (si oknum) gajian, tanggal 1 nanti. Dia pasti gak punya uang sekarang” kata sang Kepala. Nah lho…mati deh gw, ternyata permintaan gw itu ditujukan ke oknum tersebut. Gw pikir ke manajemen SPBU! Walah…dijaman yang sudah merdeka ini dimana orang susah masih banyak, masa gw mau bikin sesama anak bangsa menderita? Gw hanya bisa bilang dalam hati “Monyet!”. Bla…bla…bla….terjadi percakapan sok akrab dan sang Kepala berjanji akan memberikan si oknum SP3 (ini apa ya…surat pajak?…hehehe) dan hukuman fisik. Bla…bla…bla terjadi pembicaraan lagi…dan lagi. Pada akhirnya ya dengan melapangkan dada dan menarik nafas dalam-dalam, ya sudah lah gw cuma minta surat ini besok pagi harus sampai ke management SPBU dan gw minta copy nya selembar.

Dalam perjalan pulang, gw mikir. Memang di satu sisi seseorang akan kehilangan pekerjaan (nafkah) karena kelalaiannya tetapi di sisi lain jika seseoarang memang tidak capable terhadap tugasnya maka dia tidak akan menjadi yang terbaik dalam tugas tersebut. Bayangkan jika kelalaiannya menyebabkan kematian orang lain? Satu hal lagi, sebagai seorang petugas keamanan (security) dia harusnya bertanggung jawab penuh! Dia seharusnya membawa korban ke kantor (pengelola) dan diselesaikan secara baik-baik disana. Bukan disuruh ke mess untuk ganti baju dan mandi! Coba bayangin kalo si oknum punya banyak duit, mungkin gw sudah disogok supaya gak usah ngadu ke atasannya!

So…ya gw tetep mau ketemu pihak Management SPBU-nya besok. Minimal gw pingin tau bentuk ‘permintaan maaf” mereka seperti apa? Gw juga udah siapkan rencana untuk kirim ke surat pembaca mungkin ke harian Kompas atau Suara Pembaruan dan tentunya ke milis-milis serta situs-situs penampungan, kalo gw masih kecewa! Tunggu hasilnya besok…

Lokasi SPBU 34.125.10:

Matahari, air, udara, panas bumi, gelombang laut dan bahan yang berasal dari hewani dan nabati dapat dikatakan selalu tersedia dan tidak akan habis.

Energi Cahaya Matahari

Sinar matahari merupakan energi yang dapat dimanfaatkan sebagai penghasil energi listrik dan penghasil energi panas. Sebagai penghasil energi listrik, sinar matahari ditangkap dalam sebuah panel surya (photovoltaic). Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik. Matahari memiliki sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan. Sel surya selain dapat dimanfaatkan langsung sebagai energi listrik di siang hari, bisa juga disimpan dalam sebuah baterai untuk digunakan jika diperlukan, misalnya digunakan untuk menyalakan lampu pada saat malam hari.

Penggunaan panel surya banyak diterapkan di daerah-daerah yang belum terjangkau jalur listrik yang ada. Selain itu digunakan secara terbatas untuk menjalankan alat-alat elektronik yang mandiri jauh dari kegiatan manusia dan tidak perlu setiap saat dikontrol serta tidak membutuhkan energi besar.

Kelemahan dari energi listrik ini antara lain:

  • Ketergantungan terhadap sinar matahari besar
  • Sudut jatuhnya sinar tergantung arah edar matahari yaitu arah timur dan barat
  • Waktu sinar yang terbatas
  • Bidang penangkapan yang besar sehingga dibutuhkan lahan yang luas untuk menggelar panel surya yang besar
  • Harga panel surya masih mahal

Panel surya memiliki kelebihan antara lain:

  • Energi yang dihasilkan ramah lingkungan
  • Sumber energi tidak akan habis, selama matahari masih bersinar
  • Panel surya yang tipis mudah dibentuk dan dapat diletakkan mengikuti permukaan bangunan, baik dinding maupun atap.
  • Pemasangan lebih mudah

Beberapa rumah tangga di kota besar sudah memanfaatkan sel surya sebagai pemanas air.

Energi Air (hidro electric)

Pemanfaatan air untuk mempermudah pekerjaan, berbentuk roda air telah ada sejak jaman dahulu. Prinsip kerjanya sama dengan pembangkit listrik sekarang, roda air yang dahulu merupakan bagian dari suatu alat mekanik tertentu, sekarang digunakan untuk menjalankan turbin.Turbin yang memiliki putaran tinggi akan menjalankan generator listrik kemudian listrik yang dihasilkan didistribusikan ke gardu-gardu listrik melalui kabel sebelum didistribusikan ke rumah-rumah atau bangunan yang membutuhkan. Dalam skala kecil (komunitas lokal) prinsip pembangkit ini dapat diaplikasikan, tentunya dengan hasil listrik yang kecil, misalnya cukup untuk penerangan di pos ronda atau penerangan jalan desa.

Dalam skala besar pembangkit ini memiliki kelemahan antara lain: dibutuhkan lahan yang luas untuk membangun bendungan dan memiliki dampak ekologi lokal akibat pembangunan bendungan tersebut yang membuat perubahan lingkungan setempat. Kelebihan dari pembangkit ini antara lain: listrik yang dihasilkan cukup besar dan dapat diaplikasikan juga dalam skala yang lebih kecil.

Energi Angin

Seperti halnya dengan energi air, pemanfaatan energi angin berupa kincir angin, juga sudah ada sejak jaman dahulu. Masyarakat Persia kuno menggunakannya untuk memompa air, begitu juga dengan masyarakat eropa sejak berabad lalu, selain untuk memompa air juga digunakan untuk mengolah gandum. Negara Belanda menjadi terkenal dengan kincir anginnya yang dijadikan sebagai icon. Sampai hari ini penggunaan kincir angin untuk memompa air untuk keperluan peternakan dan lahan perkebunan masih digunakan di beberapa daerah (di beberapa negara) terutama yang jauh dari jalur listrik yang ada.

Prinsip kerja dari kincir angin ini sama dengan roda air, kincir akan bergerak oleh angin dan memutar turbin. Turbin yang dirancang khusus untuk memiliki putaran tinggi akan menjalankan generator listrik, kemudian listrik yang dihasilkan didistribusikan ke gardu-gardu listrik melalui kabel sebelum didistribusikan ke rumah-rumah atau bangunan yang membutuhkan. Dalam skala yang besar, turbin angin ini sudah dapat memenuhi kebutuhan listrik dalam jumlah besar. Sama halnya dengan panel surya, turbin angin jika untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam jumlah besar maka diperlukan lahan yang luas sebagai ladang turbin angin. Tetapi untuk kebutuhan yang kecil (lokal) misalnya rumah tangga, turbin angin dapat digunakan secara mandiri, tentunya dalam ukuran yang lebih kecil.

Turbin angin sangat tergantung terhadap cuaca di suatu daerah, terkadang angin berhembus kencang terkadang sepoi-sepoi, karena itu pada setiap ladang turbin angin, memiliki baterai penyimpan yang digunakan apabila kondisi angin tidak mencukupi. Daerah yang paling baik untuk didirikan turbin angin adalah daerah pantai dan daerah pegunungan. Kedua daerah ini memang mempunyai angin yang cukup kencang hampir sepanjang tahun. Daerah pantai memiliki angin darat dan angin laut selama 24 jam, apalagi jika terjadi badai, perputaran turbin semakin kencang dan listrik yang dihasilkan semakin banyak.

Selain tergantung dengan derah, turbin angin ini membutuhkan lahan yang cukup luas guna menyebarkan alat ini dalam jumlah yang banyak. Semakin banyak jumlah turbin angin, maka semakin besar daya yang di hasilkan.

Energi Panas Bumi (geothermal)

Energi panas bumi dapat dimanfaatkan jika terjadi aliran panas (uap) dari dalam bumi yang muncul di permukaan baik itu sengaja oleh manusia atau dengan sendirinya terjadi oleh alam. Ada dua sistem yang digunakan untuk menghasilkan listrik dengan memanfaatkan energi panas bumi. Sistem pertama adalah condensing turbine, yakni pembangkit listrik yang dilengkapi alat kondensasi untuk mengubah uap menjadi air. Uap yang dicairkan dilewatkan pada turbin dan menyebabkan perputaran turbin menjadi lancar sehingga produksi listrik lebih banyak dan tidak terjadi tekanan balik yang menghambat perputaran. Sistem kedua adalah sistem siklus biner. Prinsip operasi sistem ini yaitu panas dari panas bumi berupa cairan dan gas (fluida geotermal) dari bawah bumi yang dipindahkan dengan alat penukar panas (heat exchanger) memanasi fluida organik melalui bagian penguapan (vaporizer). Fluida organik (seperti N-pentane) itu kemudian disalurkan ke turbin berputar sehingga dapat menggerakkan generator yang membangkitkan listrik. Kemudian, uap organik yang keluar dari turbin dikondensasikan menjadi cairan lagi, lalu dipompakan lagi ke dalam pemanas (reheater) dan vaporizer kembali ke turbin. Begitu seterusnya menjadi suatu siklus. Cairan panas bumi yang telah memanaskan fluida organik dipompakan lagi ke dalam tanah, demikian juga siklus air geotermal hanya memindahkan panasnya, sesudah itu dipompakan lagi ke dalam tanah.

Energi Nabati dan Hewani

Energi Nabati (tumbuh-tumbuhan) dan Hewani adalah pemanfaatan limbah yang dihasilkankannya. Limbah yang dihasilkan dari pertanian dan peternakan dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Pemanfaatan beberapa limbah pertanian melalui proses fermentasi akan menghasilkan ethanol dan alkohol yang dapat digunakan sebagai cairan bahan bakar. Selain limbah pertanian, tanaman juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi sebelum menjadi limbah. Sebagai contoh fermentasi tebu atau jagung akan menghasilkan alkohol dan ester. Limbah peternakan menghasilkan limbah organik dari kotoran ternak seperti sapi, kerbau, babi dan kambing. Melalui sebuah proses, limbah organik ini akan menghasilkan gas yang dapat digunakan untuk bahan bakar, misalnya digunakansebagai bahan pengganti minyak tanah dan gas LPG untuk memasak.

Batu Bara

Batu bara saat ini masih memiliki cadangan yang besar dibandingkan gas alam dan minyak bumi. Penambangan batu bara dalam memiliki kelemahan karena membutuhkan jalan masuk (terowongan) yang umumnya vertikal bagi penambang untuk bisa mengambilnya. Selain itu butuh peralatan untuk dapat diangkut ke permukaan tanah, kemudian di distribusikan ke tempat-tempat yang membutuhkan. Batu bara sebagai bahan pembangkit listrik menghasilkan partikel kecil (debu) setelah dibakar, menyebabkan hujan abu disekitar lokasi cerobong yang membahayakan kesehatan manusia dan mahkluk hidup lainnya.

Gas Alam

Banyak gas alam yang ada di bumi ini, tetapi tidak semua dapat menjadi sumber energi apalagi sumber energi yang bersih yaitu hasil penggunaannya (pembakaran) tidak mencemari lingkungan. Gas alam yang mengandung metana yang dapat dipakai dengan praktis dan hasilnya lebih bersih tidak meninggalkan bahan-bahan yang merusak lingkungan. Cadangan gas alam relatif lebih sedikit. Gas alam disalurkan melalui pipa-pipa dari pusat penambangan ke tempat-tempat penampungan, kemudian di proses untuk didistribusikan dengan mencairkan gas alam pada tekanan dan suhu tertentu atau kita sebut dengan LNG (Liquidfied Natural Gas). Pengangkutan LNG membutuhkan keamanan yang tinggi karena jika terjadi ledakan maka skala kehacurannya akan tinggi.

Minyak Bumi

Energi yang paling banyak digunakan hingga saat ini adalah minyak bumi. Cadangan minyak bumi lebih besar dari gas alam. Setelah melalui proses, minyak bumi bisa dipisahkan antara lain menjadi minyak solar, premium, minyak tanah dan aspal. Pengangkutan bahan-bahan ini lebih mudah dibanding dengan pengangkutan gas alam untuk didistribusikan karena itu dalam rentang tahun yang lama, minyak bumi menjadi primadona sumber energi bagi kehidupan manusia. Hampir sebagian besar mesin-mesin di seluaruh dunia dijalankan dengan memakai bahan bakar minyak bumi, bahkan mesin-mesin yang dijalankan dengan memakai batu bara telah digantikan dengan bahan bakar minyak bumi. Hasil pembakaran minyak bumi inilah yang membuat polusi udara, memang lebih baik dibandingkan dengan batu bara, tetapi hasil dari puluhan tahun ini yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global.

Fisi dan Fusi Nuklir

Reakasi nuklir dibagi menjadi fisi nuklir (Nuclear Fission) yaitu proses pemecahan inti atom dan fusi nuklir (Nuclear Fusion) yaitu proses penggabungan inti atom. Kedua proses ini menghasilkan panas. Reaksi Termonuklir merupakan proses fisika yaitu sebuah proses penggabungan dua inti atorm, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Proses ini membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan inti nuklir, bahkan elemen yang paling ringan seperti hidrogen. Tetapi fusi inti atom yang ringan, yang membentuk inti atom yang lebih berat dan neutron (partikel subatomik yang tidak bermuatan atau netral) bebas, akan menghasilkan energi yang lebih besar lagi dari energi yang dibutuhkan untuk menggabungkan mereka, sebuah reaksi eksotermik (reaksi yang mengeluarkan panas) yang dapat menciptakan reaksi yang terjadi dengan sendirinya. Penggunaan rekasi termonuklir (nuclear fusion) untuk kepentingan pembangkit listrik masih belum diaplikasikan. Sedangkan yang menggunakan fisi nuklir sudah diaplikasikan. Pengoperasian pembangkit listrik ini butuh keamanan yang tinggi karena jika terjadi ledakan atau kebocoran maka kerusakan yang ditimbulkan akan luas dan butuh waktu yang lama untuk dapat pulih. Proses fusi lebih banyak keuntungan dibandingkan proses fisi. Bahan dasar proses fusi adalah hidrogen yang banyak terdapat di bumi, proses fusi menghasilkan limbah radioaktif lebih sedikit, dan proses ini lebih aman.

Krisis energi dunia merupakan masalah bersama dan sudah tidak dapat dihindari lagi. Masyarakat dunia terutama di negara-negara maju sudah mulai mengambil langkah-langkah untuk mengurangi krisis tersebut. Mereka seakan berlomba-lomba untuk mencari alternatif energi pengganti dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat diperbarui dan ramah terhadap lingkungan. Penggunaan bahan-bahan tambang (yang tidak dapat diperbarui) untuk pembangkit listrik mulai ditinggalkan. Teknologi-teknologi hemat bahan bakar dengan mesin-mesin yang dapat bekerja maksimal terus diciptakan. Inilah gambaran umum global sekarang krisis energi terjadi dan kondisi lingkungan hidup dunia sudah mulai rusak.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa energi listrik yang kita pakai ini bersumber dari pembangkit yang masih menggunakan bahan-bahan tambang yang tidak dapat diperbarui. Selain merusak lingkungan akibat bahan galian dan sisa pembakaran yang dihasilkan, penggalian yang berlebihan untuk memenuhi permintaan energi listrik yang semakin bertambah menyebabkan berkurangnya cadangan bahan baku tersebut di alam.

Sejarah mencatat bahwa revolusi industri pada perjalanan waktunya hingga abad 20 ini menjadi penyebab terjadinya krisis energi dan pemanasan global (global warming). Pemakaian energi yang berlebihan mulai dari industri hingga transportasi menyebabkan penggalian (eksploitasi) bahan-bahan tambang menjadi besar. Teknologi di bidang pertambangan pada gilirannya dipacu untuk mendukung kegiatan tersebut dan semua bermuara kepada kepentingan ekonomi.

Dewasa ini karena dipicu oleh krisis energi dunia dan kerusakan lingkungan (pemanasan global) maka pemakaian energi yang lebih irit dan pemanfaatan energi yang terbarukan (ramah lingkungan) sangat diperlukan. Pemanfaat energi tersebut antara lain sinar matahari denga sel surya (photovoltaic), angin (kipas/turbin raksasa), panas bumi, biodiesel dari buah jarak, mikrohidro dan masih banyak lainnya. Pemanfaatan energi tersebut antara lain sebagai pembangkit tenaga listrik (masih dalam skala kecil menengah) dan transportasi umum. Teknologipun sudah mengikuti walau sebagian besar masih bersifat percobaan dan masih berkembang. Selain teknologi yang hemat energi dikembangkan terus menerus, kampanye hemat energipun terus disuarakan tidak hanya di negara-negara maju saja tetapi juga di negara-negara berkembang.

Sumber energi dapat kita bagi menjadi dua yaitu sumber energi yang dapat diperbarui atau terbarukan dan yang tidak dapat diperbarui. Sumber energi yang dapat diperbarui sering kita sebut sebagai energi ramah lingkungan dan bukan merupakan bahan tambang seperti matahari, air, udara, panas bumi, gelombang laut dan yang berasal dari hewani atau nabati. Sumber energi yang lain adalah sumber energi yang tidak dapat diperbarui yang merupakan bahan tambang seperti batu bara, gas alam dan minyak bumi serta termonuklir (Nuclear Fission/Fusion). Fisi nuklir menggunakan bahan tambang Uranium 235 yang memilki persediaan sangat sedikit dan sudah diaplikasikan sebagai pembangkit tenaga listrik sedangkan Fusi nuklir masih dalam taraf percobaan dan pengembangan, berbahan dasar hidrogen.

Bahan-bahan tambang seperti batu bara, gas alam, minyak bumi dan fusi nuklir semakin lama semakin habis, dan hasil galiannya dapat merusak lingkungan. Bahan tambang ini seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara terjadi dari pengendapan makhluk hidup yang mati dan terkubur sejak jutaan tahun lalu dan berproses bersama bahan-bahan lain di dalam perut bumi, karena itu bahan tambang ini sering disebut juga dengan bahan bakar fosil (fossil fuel).

dreamhouseBerbicara mengenai energi tidak terlepas dari isu-isu dunia yang sedang hangat dalam tahun-tahun belakang ini. Krisis energi adalah pencetusnya dimana manusia mulai sadar jika kita tidak berhemat dengan sumber-sumber energi (minyak bumi) yang ada atau jika kita tidak segera mencari sumber energi baru yang terbarukan maka dunia akan kembali ke jaman kegelapan.

Hal lain yang tidak kalah menariknya dari isu krisis energi adalah terjadinya pemanasan global. Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pemanasan global terjadi karena efek rumah kaca. Pemborosan energi pada tahun-tahun yang lampau menyebabkan terkonsentrasinya sisa pembakaran energi yang membetuk semacam selubung dilapisan udara. Lapisan ini menyebabkan cahaya matahari yang masuk ke dalam bumi tidak dapat dipantulkan semua ke angkasa, sebagaian besar masuk kembali kedalam bumi dan berlangsung terus menerus. Dampak dari pemanasan global ini adalah perubahan cuaca yang yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, mencairnya gunung-gunung es di kutub-kutub bumi, angin dan hujan badai di hampir semua penjuru dunia, dan juga banjir yang terjadi dimana-mana.

Energi listrik berasal dari sebuah pembangkit yang dinamakan pembangkit listrik. Ada banyak sumber pembangkit listrik. Sumber pembangkit listrik tersebut ada yang bisa diperbaruhi dan ada yang tidak. Sumber-sumber yang dapat diperbaruhi antara lain pemanfaatan angin, panas matahari, gelombang laut dan biogas atau biofuel. Memang untuk memenuhi kebutuhan listrik dan energi dalam skala yang lebih besar, sumber-sumber ini masih belum memenuhinya. Sedangkan sumber yang tidak dapat diperbaruhi seperti minyak bumi dan batu bara sudah terbukti dapat melayani kebutuhan listrik dalam skala yang besar, tetapi cadangan sumbernya semakin lama semakin menipis. Masih dibutuhkan riset dan biaya yang besar untuk dapat mengaplikasikan sumber energi baru yang terbarukan tersebut dalam skala yang lebih besar. Dalam skala kecil pemanfaatan sumber energi yang terbarukan ini (microhidro) sudah diaplikasikan oleh masyarakat secara swadaya, selain oleh pemerintah melalui proyek-proyek penelitian tentunya.

pondokjaya7.9ARumah tangga merupakan salah satu pengkonsumsi energi. Listrik adalah konsumsi energi terbesar dalam rumah tangga selain minyak tanah dan gas LPG (Liquefied Petrolium Gas). Penggunaan alat-alat rumah tangga yang dapat dikatakan sebagai kemajuan teknologi semuanya dijalankan oleh listrik memang membantu pekerjaan manusia dan membuat kenyamanan. Sebut saja lampu untuk penerangan, televisi, kipas angin, mesin cuci, penanak nasi, lemari pendingin, pendingin ruangan dan masih banyak lainnya. Manusia bisa dikatakan sudah tergantung dengan listrik karena hampir sepanjang hari menggunakannya untuk membantu pekerjaan dan membuatnya nyaman. Mempermudah pekerjaan dan membuat diri kita nyaman bukan berarti buruk, karena kemajuan teknologi memang seharusnya terjadi untuk memperingan kerja manusia dan membuat kenyamanan.

rumah 36/90Rumah dan keluarga merupakan langkah awal untuk kita bertindak secara lokal. Penghematan energi dapat dimulai dari perencanaan pembangunan rumah sebagai tempat tinggal. Disain rumah, pengorganisasian ruang yang disesuaikan dengan pemilik, lokasi dan lingkungan sekitar, pemanfaatan komponen-komponen rumah hingga pemakaian bahan bangunan merupakan bagian dari keseluruhan perencanaan yang berorientasi kepada rumah hemat energi. Tidak hanya pembangunan dari awal saja kita dapat berhemat energi tetapi kita juga bisa melakukan penghematan energi dari rumah yang sudah ada, tempat kita tinggal sekarang. Pendidikan mengenai lingkungan merupakan dasar dari kita bertindak selain juga mendisiplinkan diri terhadap kegiatan-kegiatan yang menuju penghematan energi. Mematikan alat-alat listrik rumah tangga yang tidak diperlukan. Misalnya selalu mematikan lampu, kipas angin, atau televisi jika memang tidak digunakan. Mengganti lampu-lampu dengan yang hemat energi, membuat persediaan air panas dalam botol tahan panas (termos) sehingga tidak perlu setiap waktu memasak air, dan masih banyak contoh kegiatan penghematan energi sehari-hari lainnya.

Akhir kata dapat saya sampaikan, penghematan energi termasuk listrik bisa dimulai dari diri kita di rumah kita sendiri. Jika kita mulai sejak dini mendisiplinkan diri sendiri untuk selalu berhemat energi dan selalu berpikir jauh kedepan maka saya percaya bumi kita ini akan hidup lebih lama lagi, kerusakan dapat diperkecil bahkan diperbaiki. Karena itu marilah kita selalu berprinsip “Think Globally Do Locally

Nenek Moyangku…

kapal lautSaya jadi teringat sewaktu kecil dulu saya sering menyanyikan lagu Nenek Moyangku (se)Orang Pelaut entah itu karena semacam ‘cuci otak’ oleh rezim waktu itu atau emang lagi hits, entahlah. (Jangan-jangan lagu itu milik Malaysia yang sengaja diciptakan oleh Saridjah Niung Bintang Soedibio atau lebih dikenal dengan ibu Sud atas permintaan pemerintah Malaysia…walah!). Ini syairnya sekedar mengingatkan aja:

nenek moyangku orang pelaut
gemar mangarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai

Tidaklah salah memang lagu tersebut tercipta, mungkin karena faktanya Indonesia merupakan negara kepulauan, dimana duapertiga wilayahnya merupakan perairan (laut). Dan cerita-cerita sejarah sering menyisipkan betapa gagah beraninya bangsa Indonesia melalui kerajaan A atau B sudah sampai ke negara Ini negara Itu negara Anu dengan naik kapal laut. Menariknya, kenapa kita tidak menjajah negara itu ya malah orang eropa yang jauh-jauh datang. Mungkin karena bangsa Indonesia dari dulu di dunia Internasional terkenal Cinta Damai (dongeng ibu guru). Celakanya si muka pucat eropa itu sudah datang menjajah pula dan yang lebih celaka lagi menurut saya malah sesama ‘bangsa Indonesia’ saling menjajah.

Mungkin ada cerita lain bahwa ‘bangsa Indonesia’ ini pertama kali ada ketika entah siapa (manusia dari dataran tinggi Yunan) naik kapal nyasar ke Indonesia dan meng-klaim dia menemukan negara baru, karena itu disebutlah nenek moyang orang Indonesia adalah pelaut (karena naik kapal bukan jalan kaki). Tak tahulah tapi kalimat ini tidak pernah ada dalam cerita sejarah dimanapun, hanya kayalan saya waktu kecil. Lebih pastinya bisa dicari hasil wawancara dengan ibu Sud (jika ada). Dugaan saya lagu itu tercipta karena terinspirasi sang ayah yang berasal dari Bugis yang terkenal sebagai saudagar juga pelaut. Semoga dugaan saya salah.

Tulisan ini merupakan sepenggal tulisan saya di sebuah situs mengenai maritim yang akan dibuat. Menarik memang jika kita renungkan. Negara yang duapertiga wilayahnya adalah perairan (laut) tetapi tidak punya informasi mengenai maritim (kelautan) yang lengkap. Bukan juga karena teknologi informasi belum menjamah negara ini, bukan juga pelaku bisnisnya tidak ada tapi saya menduga belum ada yang memulainya saja. Bisnis informasi (web) memang belum bagus disini. Jadi saya berharap ‘kami’ bisa memulainya. So…mari kita ujudkan bersama supaya lagu bu Sud tetap hidup di era informasi ini.

Salam hangat….

Megadeth! Live in Jakarta 2007Bertajuk “United Abomination – Tour of Duty 2007″ Megadeth akhirnya konser di Jakarta. Tanggal 25 Oktober ini emang dah gw incer, gw berharap gak ada kerjaan atau meeting dan ternyata hari itu gw santai banget (emang dah di set… hehehe). Walau rada deg-degan juga karena kemacetan menemani perjalanan gw ke lokasi Tenis Outdoor Senayan, ditambah hujan deres sebelumnya. Syukurlah sekali lagi masih bisa parkir di deket pintu masuk. Duduk di sisi kiri panggung (VIP), jadi view-nya yah gak sempurna. No problemo yang penting Megadeth.

Kalo liat tajuk tour mereka sepertinya mereka mau promosi album baru, tapi ternyata hanya megadeth, Jakarta 2001empat lagu yang mereka mainkan, dan terlihat penonton banyak yang gak ‘kopi’ dengan lagu-lagu yang baru…Indonesia bukan pertama kalinya mereka konser, sebelumnya pernah di Medan tahun 2001. Gara-gara Sidang Umum MPR abalan itu makanya mereka gak bisa manggung di Jakarta. Gw hanya sempat datang pada waktu jumpa pers di hotel transit di bandara. Sempet foto bareng si bassist Ellefson waktu dia ke restroom.

Mulai hampir jam setengah sembilan, dimulai dengan gerangan gitar om Dave memainkan lagumegadeth ticket Jakarta 2007 Sleepwalker dari album anyar United Abomination. Berturut-turut tiga lagu dimainkan dari album-album yang berbeda, setelah itu baru mereka menyapa kita. Mereka memainkan mulai dari album Peace Sell sampai yang teranyar. Gw sempet nunggu-nunggu, mereka bawain lagu ‘Mechanix” gak yah? Ternyata gak ada sampai akhir. Penonton mulai menggila sewaktu lagu-lagu dari album Rust In Peace; Holy War, Hangar 18, Tornado of Soul…ehmm apa lagi yah? Berakhir hampir jam sepuluh.

Hal yang menarik konser kali ini, soal penontonnya. Penontonnya dah pada ‘berumur”. Kelihatan dah pada gak kuat slamming (istilah anak sekarang moshing), waktu pas udah bubaran pada ngeluh capek banget…dah pada ngos-ngosan! Suasana aman dan tertib, ini mungkin karena penontonnya dah pada “mapan”. Sound-nya kali ini rada gak bagus, lagu pembukaan terasa berantakan kek lagi nyesuain, trus sepanjang konser juga kedengaran naik turun. Sekali lagi No Problemo yang penting Mustaine dan Megadeth.

Walau view-nya gak bagus, jauh pula dan soundnya gak greget tapi gw puas…puas! Ok gw tunggu konser berikutnya para sponsor…eh gossip-nya Iron Maiden next konser. Mudah-mudahan lah jadi dateng dan gw masih bisa hadir….c u in the next concert! (salam perpisahan para metal kemaren..)

in vino veritas

in vino veritas! ehmmm….

vino! satu kata bermakna banyak, tapi yang pasti akan banyak berkata-kata…

in vino veritas! Dalam anggur ada kebenaran!

Don’t believe? Let’s try….

red wine

Wuiff!….gak sampe 50% geeks ternyata!

thanks GOD…’trust me i m not a geeks! (masmus pinjem nickname-nya)


43% Geek

JustSayHi – A Free Dating Website

Older Posts »