Ini tulisan lanjutan kemaren, sekarang gak bahas energi walaupun masih seputar SPBU. Hari ini gw mendatangi SPBU 34.125.10 tujuannya untuk bertemu wakil dari manajemen SPBU. Jam 10 kurang gw sudah parkir di depan kantor pengelola. Agak lama berselang setelah gw parkir (karna gw lagi online ama boss BMG di bogor), kemudian turun dan diterimalah gw di depan pintu oleh sang komandan yang kemaren menangani gw, kemudian setelah dia menelpon si manager SPBU, gw dipersilahkan masuk dan menunggu di ruang rapat. bla…bla…bla basa basi sama sang komandan…dia bilang si oknum akhirnya di keluarkan alias dipecat! Ya sudah mau apalagi itu otoritas mereka…mudah-mudahan si oknum bisa segera bekerja lagi dan mendapatkan tempat yang lebih baik. Amin.
Gak lama menunggu sang manager tiba, namanya Husni. Masih muda lah kira-kira kalo di lihat casing-nya gw tebak sih sekitar 40 something deh, kalo dia gak boros wajah tentunya. Hari ini gak ada dokumentasi, secara hati gw lebih tentram jadi gw pikir gak perlu lah ada bukti-bukti segala.
Bla…bla…bla gw ceritakan sedikit mengenai kejadian kemarin, dan dia menyatakan prihatin serta meminta maaf. Dia sudah ditelepon malam itu juga oleh sang komandan sekitar pukul delapan dan langsung menginstruksikan untuk membebastugaskan si oknum. Pernyataan ini di dukung oleh sang komandan, yang ternyata mendapatkan pernyataan yang kurang lebih sama dari Head Office mereka. Dalam situasi pembicaraan ini ada yang gw kurang suka dan sebal. Gw menginginkan bisa dialog dengan sang manager tetapi selalu dipotong oleh sang komandan. Gw pikir sepertinya ada semacam ‘cari muka’ sang komandan kepada sang manajer, ya supaya sang komandan tidak memutuskan kontrak dengan Security Company tempat sang komandan bekerja. Atau emang dalam frame mereka, pihak SPBU melimpahkan sepenuhnya kesalahan kepada Security Company (Bravo Security Indonesia) sehingga sudah menjadi kewajiban Bravo Security Indonesia untuk membela kepentingan pengelola SPBU. Who knows lah…
Ada satu kesempatan begini, sang komandan mengatakan bahwa si oknum sudah sering melakukan kesalahan hingga dia sudah mendapatkan SP2 (ini suplemennya windows XP kah?). Nah ini dia, langsung aja gw bilang “lha kok masih dipakai? Gimana ini Pak Husni? Ini company sudah melakukan kesalahan lho?” Ya sudah dapat diduga sang manajer hanya terdiam saja, dan sang komandan tetap saja mengoceh…bla…bla…bla.
Pak Husni sang manajer sedari masuk hingga saya bersalam dan pamit, banyak diam dan seakan berhati-hati sekali. Sewaktu gw tanya…”So…apa yang saya dapatkan selain permintaan maaf?” Lagi-lagi sang komandan yang berbicara layaknya sang jubir. Pak Husni terlihat berpikir keras dan sangat hati-hati. Mungkin dia takut salah ucap dan akhirnya gw menuntut…
Dalam hati gw menimbang-nimbang dan berpikir, seharusnya gw mendapatkan konpensasi yang layak atas musibah ini terutama dari sisi material. Apakah perlu gw tuntut sekian rupiah? 1 juta kah? 10 juta kah? atau 100 juta? Atau isi bensin gratis selama beberapa waktu? Kalo saja kejadian ini ada di Amerika, wah gw jamin dah dituntut tuh SPBU dan Security Service! Mungkin juga dibawa ke meja hijau segala. Akhirnya tuntut menuntut yang ada dikepala gw pending dulu, karena suasananya ya cukup kondusif sih. Pending bukan berarti gak dinyatakan lho…Hanya masih tetap sebal aja dengan diamnya sang manajer dan bawelnya sang komandan. Kondisi ini sebetulnya yang bikin itung-itungan tuntut menuntut gw naik kepermukaan…liat nanti deh ancam gw dalam hati
Seperti yang sempat gw utarakan pada awal pembicaraan, gw sih gak terlalu berambisi untuk mengambil keuntungan materi pada situasi ini, gw hanya mau pernyataan maaf tertulis dari pihak SPBU yang ditanda tangani oleh wakil direksi bukan dari strata manajemen…dan ini disanggupi oleh sang manajer. Surat permintaan maaf dari pihak security dalam hal ini Bravo Security Indonesia juga sudah dipersiapkan menurut sang komandan. Ya…apa gunanya yah? Gw sih gak butuh…tapi mungkin ada baiknya juga sih untuk ditelaah mengenai keberadaan Security Service ini melalui surat resmi permintaan maafnya. Sedianya surat ini sudah selesai, mereka akan menghubungi gw. Dan ternyata gw masih dijanjikan untuk dapat isi fuel tank gratis dari si oknum walau dia sudah dipecat…katanya gajinya akan dipotong untuk BBM gw. Walah….gak taulah liat nanti aja deh gimana kejadiannya.
Pertanyaan gw: Security Service, Service Over? gak taulah…mungkin ada yang mau berbagi?







